Tampilkan postingan dengan label BERITA NASIONAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA NASIONAL. Tampilkan semua postingan
5/29/2019

Matinya Badak Jantan Terakhir di Malaysia

View Article
Sumber dari National Geographic menyebutkan matinya Tam badak jantan sumatera terakhir Malaysia ini sesuatu pukulan serius bagi spesies yang terancam punah. Ditemukan di sekitar perkebunan kelapa sawit pada tahun 2008, Tam ditangkap dan dipindahkan ke Suaka Margasatwa Tabin di negara bagian Sabah.



Gagalnya upaya pembiakan dengan dua badak betina yang ditangkap pada 2011. Iman (badak betina) yang ditangkap pada 2014 terbukti tidak berhasil. Iman sekarang menjadi satu-satunya yang tersisa di Malaysia. Karena hilangnya habitat dan perburuan selama puluhan tahun, kurang dari 80 badak Sumatra diperkirakan ada di alam liar, sebagian besar di pulau Sumatra yang berdekatan. Sisanya tersebar di seluruh Kalimantan Indonesia.

Pada kenyataannya badak sumatera sangatlah sedikit. Para ahli sekarang percaya bahwa isolasi adalah ancaman tunggal terbesar bagi kelanjutan spesies ini. Jika terlalu lama tanpa kawin betina dari spesies ini dapat mengembangkan kista dan fibroid dalam saluran reproduksinya. (Itulah penyebab infertilitas Iman. Ketidakmampuan Puntung untuk membawa janin tampaknya berasal dari cedera yang disebabkan oleh jerat pemburu dan kegagalan kehamilan di alam liar.)

Itulah sebabnya, pada tahun 2018, organisasi nirlaba konservasi terkemuka di dunia, termasuk National Geographic Society, mengumumkan kolaborasi yang belum pernah terjadi sebelumnya yaitu Penyelamatan Badak Sumatera(Sumatran Rhino Rescue). Tujuannya adalah untuk menemukan dan dengan aman menangkap badak liar sebanyak mungkin sehingga mereka dapat disatukan untuk penangkaran.

"Kematian Tam menggarisbawahi betapa pentingnya upaya kolaboratif dalam mendorong proyek Penyelamatan Badak Sumatera," Margaret Kinnaird, pemimpin praktik margasatwa WWF International, mengatakan dalam email.
sumber dari:
https://www.nationalgeographic.com/animals/2019/05/last-sumatran-rhino-malaysia-dies/



Fakta Tentang Badak Sumatera


1.
Pada saat ini lima spesies badak masih dapat ditemukan, dua di Benua Afrika dan tiga di Benua Asia

2.
Badak Sumatra termasuk 3 dari spesies badak di Asia.

3.
Dicerorhinus Sumatrensis atau Badak Sumatra adalah spesies badak terkecil yang masih hidup.

4.
Hewan ini terkait erat dengan badak berbulu, yang punah sekitar 10.000 tahun yang lalu

5.
Tidak lebih dari 100 badak Sumatera yang tersisa di alam liar (beberapa perkiraan menyebutkan jumlahnya paling rendah 30), tersebar di pulau Sumatra dan Kalimantan.
sumber dari:
https://www.bbc.com/news/science-environment-48432302
6/28/2016

Teror Ledakan Terjadi di Bandara Internasional Ataturk Istanbul Turki #prayforturkey

View Article
Gubernur Vasip Sahin mengatakan Setidaknya ada 28 orang tewas dan 60 terluka dalam serangan teror di Bandara Internasional Ataturk Istanbul Turki. Tiga pembom juga tewas, kata gubernur. Laporan lain, dari kantor berita semi-resmi Anadolu, mengatakan enam orang yang terluka berada dalam kondisi kritis. Sebanyak 49 ambulans dikirim ke lokasi kejadian.


Menteri Kehakiman Turki Bekir Bozdag sebelumnya mengatakan salah satu teroris "pertama melepaskan tembakan kemudian meledakkan dirinya sendiri" di pintu masuk bandara. Belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas insiden ini


Foto Di Lokasi Ledakan Bandara Internasional Ataturk Turki

Sebuah video yang diposting ke Twitter menunjukkan pandangan dari kamera di dalam terminal bandara. Selusin sedikit orang yang berjalan di sekitar ketika flash terang dan bola api meletus di latar belakang.

Seorang pejabat Turki mengatakan kepada CNN bahwa polisi melepaskan tembakan ketersangka di dekat terminal internasional dalam upaya untuk menetralisir mereka.

Video yang diposting di media sosial menunjukkan wisatawan duduk di lantai bandara. Seorang pria berteriak, "Tiarap! Tiarap!"




- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bertemu dengan Perdana Menteri Binali Yildirim dan Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Hulusi Akar, di istana kepresidenan setelah menerima berita tentang ledakan di Istanbul.

Perdana Menteri Binali Yildirim, Deputi PM Numan Kurtulmus, Menteri Perhubungan Ahmet Arslan dan Keluarga dan Kebijakan Sosial Menteri Fatma Betul Sayan akan melakukan perjalanan ke Istanbul dari Ankara, ibukota Turki.

Sekretaris AS Negeri John Kerry, mengatakan kepada audiens di Festival Aspen Selasa, "Kami masih mengumpulkan informasi dan mencoba untuk memastikan apa yang terjadi dan siapa yang melakukannya."

Bandara Ataturk adalah "salah satu bandara paling aman di dunia," kata CNN analis senior penegak hukum Tom Fuentes. Namun bandara telah "sangat kewalahan selama beberapa dekade dengan terorisme."

The Ataturk bandara ditutup hingga Rabu di 20:00 waktu setempat (siang ET), menurut juru bicara bandara Erhan Ustundag. penerbangan yang masuk dialihkan ke Izmir, Ankara dan kota-kota lainnya.

The AS kedutaan di Ankara mengirimkan petugas konsuler ke bandara untuk memperhitungkan setiap calon korban AS. Tetapi tidak ada indikasi apapun korban Amerika pada saat ini, seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri mengatakan kepada CNN Elise Labott.

Serangan terjadi pada malam musim panas yang hangat di bandara, sebelah timur dari Istanbul, yang merupakan tersibuk 11 di dunia dalam hal lalu lintas penumpang. CNN Ali Veshi mengatakan bandara Ataturk  sangat modern dan bandara canggih. "Semua butik besar Eropa dan Amerika ada di sana," kata Velshi, yang telah melakukan perjalanan melalui Turki berkali-kali. "...

http://edition.cnn.com/2016/06/28/europe/turkey-istanbul-airport-attacks/index.html
6/06/2016

Lenovo Raih Indonesia Digital Popular Brand Award 2016

View Article
Lenovo adalah perusahaan Fortune 500 global senilai $46 miliar dan pemimpin dalam menyediakan inovasi bagi konsumen, komersial, dan teknologi enterprise. Portofolio kualitas tinggi, produk yang aman dan layanan kami mencakup PC (termasuk merek Think yang legendaris dan Yoga multimode), workstation, server, penyimpanan, smart TV dan jajaran produk mobile seperti smartphone (termasuk merek Motorola), tablet dan aplikasi.


Lenovo Raih Indonesia Digital Popular Brand Award 2016
Pekan ini menerima penghargaan Indonesia Digital Popular Brand Award 2016 dari Trasnco Research, sebuah lembaga riset yang berbasis di Indonesia. Penghargaan ini diberikan untuk Lenovo kategori laptop berdasarkan hasil survei digital melalui Search Engine Based, Social Media Based dan Website Based.

Indonesia Digital Popular Brand Award merupakan satu penghargaan bagi merek-merek di Indonesia yang telah sukses membangun popularitas serta meningkatkan aktifitas brandnya melalui Media Digital (internet) sehingga memiliki keunggulan dan popularitas dibanding brand lainnya.

“Hal ini membuktikan bahwa adaptasi masyarakat Indonesia terhadap era digital dan internet sangat cepat apabila disertai dengan konten yang tepat, otentik dan relevan dengan keseharian mereka,- sesuai dengan apa yang ingin didengar dan dibutuhkan oleh konsumen kami, terutama karena komunikasi di media sosial sifatnya adalah dua arah. Jadi kami bisa mendengar langsung keluhan dari konsumen yang tentunya selalu kami gunakan untuk perbaikan-perbaikan di masa yang akan datang,“ kata Fransisca Maya, Marketing Lead, Lenovo Indonesia.

Disamping aktifitas yang sifatnya mendunia seperti yang disebutkan di atas, Lenovo juga menciptakan beberapa kampanye yang asli Indonesia sehingga isinya semakin relevan dengan konsumen Indonesia. Diantaranya adalah #LenovoSIAPMAJU yang menjadi sarana komunikasi digital dalam program pencarian inspirator muda berbakat di Indonesia melalui ajang ‘Lenovo Inspirator Hunt’.

Dalam kampanye digital #SIAPMAJU ini, Lenovo menggandeng penyanyi muda sekaligus animator Chiki Fawzi (@ChikiFawzi) serta pengusaha muda yang juga dikenal sebagai aktivis, Faldo Maldini (@FaldoMaldini) untuk berbagi kisah sukses mereka untuk menginspirasi kaum muda di seluruh Indonesia agar berani mewujudkan mimpi dan cita-cita mereka.

Selain itu, maraknya peminat gaming di Indonesia diwadahi Lenovo dengan mengadakan Lenovo Gaming League,- turnamen gaming berskala nasional dengan hadiah terbesar di Indonesia. Sepanjang proses kualifikasi hingga grand final, tagar #LenovoGamingLeague dan #LGL2016 menjadi salah satu yang popular diantara para gamers sepanjang bulan Januari hingga awal April lalu.

Seluruh kampanye digital Lenovo Indonesia dilakukan melalui berbagai jaringan media sosial, mulai dari Twitter @Lenovo_ID, Facebook melalui fan page LenovoID dan Instagram @LenovoID.

“Kami sangat bangga dan berterimakasih kepada konsumen kami atas penghargaan Indonesia Digital Popular Brand Award 2016. Kami percaya ini bukan hanya penghargaan bagi Lenovo, tetapi juga penghargaan bagi konsumen dan audience kami yang sama-sama telah menjadi bagian dari keluarga setia Lenovo. Dengan filosofi ‘Never Stand Still’, Lenovo selalu berusaha untuk beradaptasi dengan tren masa kini, baik dari skala lokal, nasional, hingga global.

Perkembangan dunia digital dan media sosial menjadi kesempatan baru bagi Lenovo untuk berinteraksi dan berkomunikasi secara langsung dan lebih baik dengan konsumen kami, apapun gaya hidupnya, apapun kebutuhannya, dan apapun yang mereka inginkan dari sebuah brand seperti Lenovo,” kata Rajesh Thadani, President Director Lenovo Indonesia.
8/28/2015

Memahami dan Alasan Terjadinya Melemahnya Rupiah secara Sederhana

View Article
Pada tulisan ini Memahami dan Alasan Terjadinya Pelemahan Rupiah secara Sederhana, saya yakin bahwa diantara pembaca mungkin akan memprotes saya karena terlalu menyederhanakan banyak aspek dalam penjelasan mengenai pelemahan Rupiah. Pertama, tidak ada penjelasan mengenai exchange rate overshooting.


Catatan ini tentang Memahami dan Alasan Terjadinya Pelemahan Rupiah secara Sederhana,


Berikutnya, tidak ada penjelasan mengenai pelemahan nilai tukar sebagai self-fulfilling prophecy, yang merupakan corollary dari herd behaviour (ya, pasar tidak selalu rasional) para investor saat ini bersentimen sangat negatif terhadap semua kelas aset di negara berkembang.

Kemudian, tidak ada penjelasan bahwa hubungan terbalik antara nilai tukar dan net export hanya akan terwujud apabila perekonomian tersebut memenuhi Marshall-Lerner condition. Atau ketiadaan penjelasan mengenai aksi China yang menimbulkan currency war atau kebingungan mengenai kebijakan ekonomi China.

Penyederhanaan juga dilakukan untuk menggambarkan hubungan antara kebijakan moneter eksternal serta peningkatan risiko internal terhadap real exchange rate; model yang benar seharusnya menggunakan model Mundell-Fleming.

Lalu mengapa saya tetap menggunakan penjalasan yang terlalu sederhana? Semata-mata karena kurang sempurnanya share solusi yang saya tawarkan kemarin melalui status Facebook, HANYA menawarkan TRANSFORMASI PIKIR. Melalui tulisan ini, saya coba menjelaskan sesederhana mungkin, agar lebih mudah dipahami oleh rekan maupun sahabat yang awam terhadap ilmu-ilmu ekonomi.

Baiklah, jadi kemarin kurs Rupiah terhadap Dollar AS untuk pertama kalinya tutup hampir 14.000. Seperti biasa, banyak sahabat, relasi maupun sobat-sobat trader yang menurutku sebagian besar dari mereka adalah orang yang tidak mengerti dasar-dasar ilmu ekonomi mulai bicara seolah-olah tahu apa duduk perkara pelemahan Rupiah.

Pertanyaan yang mungkin muncul di benak kita semua: mengapa bisa kurs Dollar AS (USD) terhadap Rupiah (IDR) mencapai 14.000? Salah siapakah sehingga Rupiah bisa loyo? Apa yang akan terjadi?

Dan seperti biasa, setelah kita bertanya-tanya, pemerintah menjadi pihak pertama yang langsung disalahkan atas pelemahan Rupiah (ada benarnya, namun tidak sepenuhnya benar). Kemudian reaksi berikutnya beragam: pesimis terhadap nasib ekonomi Indonesia, atau mulai menuduh pasar bebas, investor asing, bahkan mungkin orang Yahudi, Freemason, dan Illuminati. Lalu kemudian muncul reaksi anti-asing (asing aseng), atau reaksi lainnya yang jelas-jelas bertentangan dengan logika dasar ekonomi.

Dengan demikian, sebelum saya mencoba menjelaskan lebih lanjut tentang pelemahan Rupiah, sebaiknya kita harus mengkritisi pemikiran dasar dari kebanyakan kita: bahwaRupiah yang lebih kuat adalah selalu baik, dan Rupiah yang lebih lemah adalah selalu jelek. Apakah benar demikian?

Agar mudah memahaminya, artikel ini akan saya bagi menjadi beberapa bagian:

Bagian 1: Mengapa Rupiah Melemah
Bagian 2: Apakah Semua Akibat Faktor Luar Negeri?
Bagian 3: Apakah Pelemahan Rupiah Buruk? Bagaimana Masa Depan Indonesia?
Bagian 1: Mengapa Rupiah Melemah

Kita mulai narasi kita dengan melihat apa yang terjadi di luar batas negara Indonesia.

September ini, bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, akan menentukan tingkat suku bunga acuan untuk Dollar Amerika Serikat. Dengan semua petunjuk yang telah diberikan oleh Federal Reserve, kebanyakan pelaku pasar berpendapat bahwa tingkat suku bunga USD akan naik, dari 0% menjadi 0.25%. Karena suku bunga adalah harga dari uang, cara Federal Reserve untuk menaikkan harga uang tersebut adalah dengan menurunkan jumlah uang beredar (ingat, ketika penawaran suatu barang turun, maka harga barang akan naik).

Apa akibatnya? Kalau jumlah USD yang beredar turun, namun jumlah mata uang yang lain (misalkan Rupiah, Ringgit, Rand, atau Reais) tetap, maka nilai USD akan meningkat (lagi-lagi, kalau penawaran suatu barang turun, harga akan naik). Lalu mungkin kita bertanya-tanya, kok suku bunga Amerika Serikat naik bisa membuat semua orang heboh?

Itu semua karena Amerika Serikat adalah perekonomian terbesar di dunia. 20% dari seluruh barang dan jasa di dunia diproduksi di Amerika Serikat, dan USD adalah mata uang de facto perdagangan internasional.

Bayangkan kalau misalkan kalau misalkan sebuah gajah sedang mencoba masuk ke kolam renang yang kecil. Meskipun gajah tersebut masuk perlahan-lahan ke kolam renang, ombak yang diciptakan akan tetap besar. Begitu juga dengan Amerika Serikat.

Kemudian muncul China.
Kalau Amerika Serikat, sang perekonomian terbesar, adalah konsumen terbesar dunia (sejak dahulu menjadi buyer of the last resort), China kurang lebih adalah pabrik terbesar dunia. China membeli banyak barang mentah atau setengah jadi dari seluruh negara di dunia, dari Brazil hingga Rusia.

Bayangkan kalau misalkan ekonomi China melambat, sehingga China mengurangi belanja barang mentah atau setengah jadi dari tiap negara, termasuk Indonesia. Perlambatan ekonomi China tentu akan menurunkan ekspor dari tiap-tiap negara di dunia, termasuk Indonesia.

Apa yang terjadi kalau ekspor melemah?
Perlu diketahui bahwa ekspor adalah salah satu sumber utama penerimaan mata uang asing, terutama USD. Jadi, ekspor dapat digunakan untuk mewakili supply (penawaran) USD di Indonesia.

Kebalikannya, karena biaya impor dibayar dengan USD, maka impor dapat digunakan untuk mewakili permintaan USD. Kalau misalkan ekspor turun, maka penawaran USD akan turun, dan (lagi-lagi), harga USD akan naik.

Efek dari pelemahan ekonomi tersebut ditambah dengan kejutan tiba-tiba dari Beijing, yaitu pelemahan nilai Renminbi terhadap Dollar (walaupun tidak lebih dari 3%) secara tiba-tiba. Walaupun mungkin terkesan kecil, aksi ini memberi sinyal kepada pasar bahwa pelemahan ekonomi China ternyata jauh lebih serius dari yang kita duga selama ini.

Butuh bukti bahwa pelemahan ini adalah fenomena global?

Grafik di atas adalah pelemahan beberapa mata uang eksportir komoditas di dunia (Indonesia, Malaysia, Brazil, Kolombia, dan Rusia) selama sebulan terakhir. Grafik pelemahan Rupiah adalah yang berwarna oranye.. Indonesia bahkan bukan yang paling buruk di antara hampir semua negara yang melemah terhadap USD.

Lalu kita mungkin bertanya: kan Federal Reserve baru akan beraksi di bulan September dan pelemahan ekonomi China belum terlihat secara nyata di data ekonomi, lalu mengapa sudah melemah?

Jawabannya adalah kebanyakan pelaku pasar sudah memiliki ekspektasi terlebih dahulu akan adanya pelemahan besar-besaran di seluruh dunia, dan mereka mengambil tindakan terlebih dahulu sebelum China ataupun the Fed mengambil aksi. Kalau menunggu aksi China atau the Fed, pelaku pasar akan merugi sangat besar (siapa cepat, dia untung).

Tapi perlu disadari bahwa semua pelemahan yang terjadi karena China dan the Fed diperparah oleh pasar yang bereaksi berlebihan. Perlu Anda ketahui bahwa kebanyakan para investor (bahkan yang profesional) di sektor keuangan sangat mirip dengan ABG yang labil dan lebay, yang suka bereaksi berlebihan ketika ada berita baik atau buruk muncul.

Sebagai akibatnya, ketika rumor buruk mengenai China dan the Fed muncul, mereka menarik uang dari negara berkembang (mengurangi supply USD) secara besar-besaran, jauh lebih besar dari yang seharusnya bila mereka bersikap tenang. Jadi, jangan heran bahwa sentimen buruk apapun dapat membuat pasar gonjang ganjing seperti kemarin kalau Anda tahu bahwa orang-orang yang ada di pasar kebanyakan labil dan lebay.


Bagian 2: Apakah Semua Akibat Faktor Luar Negeri?
Dari tadi saya hanya memaparkan faktor luar negeri, namun apakah tidak ada faktor dalam negeri yang menyebabkan Rupiah melemah? Jawabannya sudah jelas tentu, namun mungkin tidak seperti yang kita bayangkan.

Kita bisa bagi faktor pelemahan dalam negeri dalam dua jenis: cacat bawaan dari pemerintahan sebelumnya, dan kesalahan yang terjadi di masa pemerintahan Jokowi.

Cacat bawaan Indonesia merupakan faktor serius yang memperparah efek dari China dan Amerika Serikat. Tapi apa saja cacat bawaan Indonesia?

Pola pembangunan dari zaman dahulu yang fokus ke industri ekstraktif, sehingga tergantung pada ekspor komoditas. Pendeknya, kekayaan sumber daya alam Indonesia adalah kutukan Indonesia. Selama berpuluh-puluh tahun, pembangunan Indonesia sangat bertumpu pada sektor pertambangan atau tanaman perkebunan (minyak, batubara, kelapa sawit), yang juga menjadi tumpuan ekspor Indonesia.

Tanpa perlu membangun infrastruktur yang efisien atau memberdayakan manusia Indonesia lewat pendidikan yang mampu bersaing di pasar internasional pun ekonomi Indonesia bisa tumbuh. Sebagai akibatnya, sektor yang memerlukan SDM yang kuat, seperti industri elektronik maupun industri-industri canggih (yang bernilai tambah tinggi dan tidak terlalu terpengaruh pelemahan China), tidak bisa berkembang.

Industri yang terlalu dimanja pemerintah dan kurang berdaya saing, sehingga makin tergantung pada ekspor komoditas Kalau kita melihat pola industri di Indonesia, bahkan setelah 70 tahun merdeka, masih banyak industri yang ingin dilindungi pemerintah dari persaingan dengan produk luar negeri.

Anda mungkin menganggap hal itu perlu, tapi tidakkah anda curiga ketika berbagai industri, dari pertanian hingga manufaktur, terus menerus minta dilindungi dari persaingan dengan alasan belum mampu bersaing? Seharusnya kalau memang alasannya demikian, akan datang saatnya ketika industri sudah maju dan bisa dibiarkan bersaing di kancah internasional.

Namun sayangnya, kecenderungan industri ketika diproteksi adalah bahwa industri tersebut mampu meraih keuntungan tanpa melakukan inovasi atau melakukan efisiensi, sehingga kalau dilepas, memang tidak akan mampu bersaing. Jadi, perlindungan dari persaingan asing malah hanya membuat industri dalam negeri tidak efisien

Anda bisa bayangkan cacat bawaan Indonesia, yaitu industri yang diproteksi dari persaingan dengan pihak asing. mirip seperti anak orang kaya yang manja dan tidak pernah dipaksa untuk belajar atau bekerja (karena toh sudah kaya, buat apa belajar/bekerja).

Ketika sudah besar, anak tersebut tidak mampu bersaing dengan anak orang-orang biasa yang belajar dan bekerja keras, sehingga minta perlindungan dari orangtua yang kaya. Apakah pada akhirnya anak ini bisa bertahan? Jawabannya hampir pasti tidak.

Jadi, selama Indonesia bergantung pada ekspor komoditas (terutama ke China), jangan heran kalau pelemahan ekonomi China (yang mengurangi permintaan komoditas ekspor Indonesia) bisa melemahkan Rupiah dan ekonomi Indonesia.

Tapi jangan lupa bahwa ada juga cacat yang merupakan akibat pemerintahan Jokowi. Apa saja?
Pemerintah Jokowi, yang diharapkan mampu membawa reformasi pada tata kelola ekonomi Indonesia, ternyata tidak mau mengambil keputusan yang sulit.

Sebagai contoh, setelah mencabut subsidi, ketika harga minyak naik mulai bulan Maret 2015, pemerintahan Jokowi memaksa Pertamina untuk menanggung kerugian dari menjual Pertamina di harga Rp 7.400/liter.

Tidak hanya itu, pemerintah juga mulai mengintervensi mekanisme pasar yang tidak pernah dilakukan pemerintah sebelumnya, seperti memaksa Jasa Marga menurunkan tarif tol saat periode Idul Fitri, atau secara tiba-tiba memotong kuota impor sapi secara drastis.

Anda mungkin heran mengapa hal-hal tersebut dapat menyebabkan Rupiah melemah, tapi anda bisa lebih mengerti kalau anda berada di posisi investor asing (yang membawa dollar ke Indonesia).

Adanya intervensi oleh pemerintah bisa mengacaukan hitungan untung rugi seorang investor secara signifikan. Sebagai contoh, kalau misalkan investor jalan tol bisa untung di tarif Rp. 5.000, tetapi investor tahu bahwa ia bisa dipaksa pemerintah untuk menurunkan harga ke Rp. 3.000, ini adalah sebuah risiko bagi investor tersebut.

Dan walaupun anda bukan investor jalan tol, importir sapi, atau pengusaha minyak, kenyataan bahwa pemerintah bisa dengan sesuka hati menaikkan atau menurunkan harga di luar harga keekonomian akan menambah risiko anda. Belum lagi kalau pemerintah mulai menunjukkan sentimen anti-asing, investasi anda (sebagai investor asing) bisa lenyap karena kebijakan pemerintah di masa depan bisa menjadi tidak bersahabat dengan investor asing.

Hal-hal tersebut adalah peningkatan risiko berinvestasi di Indonesia. Tambahkan hal itu dengan gonjang-ganjing politik yang tidak perlu (misalkan selisih pendapat antara Rizal Ramli, Rini Soemarno, dan Jusuf Kalla), maka risiko yang harus anda tanggung menjadi sedemikian besar. Buat apa anda investasi di Indonesia kalau risiko rugi anda sedemikian besar? Lebih baik anda taruh dollar anda di Filipina, Vietnam, atau Ethiopia.

Lagi-lagi, ketakutan untuk berinvestasi di Indonesia makin mengurangi supply USD di dalam negeri dan makin menekan Rupiah.


Bagian 3: Apakah Pelemahan Rupiah Buruk? Bagaimana Masa Depan Indonesia?
Seperti halnya segala sesuatu di dunia, pelemahan Rupiah dapat dibagi menjadi pelemahan Rupiah yang baik serta pelemahan Rupiah yang buruk.

Secara teori, pelemahan Rupiah dapat memperbaiki kinerja ekspor serta menurunkan impor. Bila demikian adanya, pelemahan Rupiah dapat menjadi sesuatu yang baik, yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Bahkan beberapa negara, seperti Jepang, Amerika Serikat, dan Uni Eropa pasca-2008 berlomba melemahkan mata uang agar bisa mendorong pertumbuhan.

Namun kalau kita melihat data, maka kita bisa lihat bahwa ekspor dan impor Indonesia sama-sama turun seiring dengan pelemahan Rupiah, walaupun pelemahan impor jauh lebih tajam sehingga kondisi neraca transaksi berjalan lebih baik (ditunjukkan dengan selisih antara ekspor dan impor yang menjadi positif). Mengapa pelemahan Rupiah tidak meningkatkan ekspor, yang akhirnya mendorong pertumbuhan dan menstabilkan Rupiah?

Lagi-lagi, jangan lupa bahwa komoditas ekspor unggulan Indonesia bukanlah barang yang relatif imun dengan pelemahan ekonomi di China dan dunia, seperti semikonduktor, komputer, komponen kendaraan bermotor, atau industri manufaktur (semuanya tidak terlalu tergantung kepada China karena permintaan di negara-negara lain tetap besar).

Harga dan jumlah ekspor unggulan Indonesia, yaitu batubara dan kelapa sawit, sangat tergantung kepada China. Hal ini menyebabkan pelemahan Rupiah tidak terlalu banyak berdampak positif terhadap ekspor.

Lagipula, jangan lupa bahwa sekitar >90% impor Indonesia adalah bahan baku dan barang modal, yang juga digunakan oleh industri manufaktur untuk membuat komoditas yang selanjutnya akan diekspor (bagian dari global supply chain).

Kenaikan harga barang baku (yang diimpor) akibat USD yang naik akan membuat kenaikan daya saing (yang seharusnya meningkat) menjadi tidak seberapa. Kombinasi penurunan permintaan komoditas ekspor Indonesia dan bahwa kita butuh impor bahan baku untuk bisa melakukan ekspor membuat pelemahan USD berpotensi melemahkan ekspor lebih lanjut dan mendorong perlambatan ekonomi.

Sebagai akibatnya, mungkin Indonesia akan mengalami perlambatan ekonomi yang cukup serius hingga 2016 atau bahkan 2017. Namun kalian yang berharap bahwa krisis 1997/1998 akan terulang sangat mungkin akan kecewa. Mengapa?

Pertama, Rupiah sudah bergerak bebas. Efek dari pergerakan bebas Rupiah adalah bahwa pelaku usaha mengetahui bahwa ada risiko nilai tukar yang bisa merugikan bisnis mereka, dan mengambil langkah antisipasi sejak dini.

Bank serta perusahaan-perusahaan, walaupun masih banyak berhutang dalam USD, menjadi lebih cerdas dan sudah melindungi diri dengan FX swap sejak dini. Jelas bahwa akan muncul gelombang gagal bayar, namun tidak akan memiliki dampak sebesar 1998.

Kedua, tata kelola bank saat ini lebih baik dibanding 1998. Pada tahun 1998, banyak bank merupakan anggota dari sebuah konglomerasi bisnis, serta sering disalahgunakan sebagai sumber pendanaan murah bagi kegiatan anggota dari grup bisnis tersebut tanpa memikirkan risiko usaha.

Walaupun standar penyaluran kredit masih bisa diperbaiki, anda harus mengakui bahwa krisis 1998 memberi banyak pelajaran berharga bagi para bank untuk makin hati-hati dalam meminjamkan uang.

Ketiga, tata kelola belanja pemerintah sudah lebih baik dibanding 1998. Pemerintah sudah menerapkan batas defisit anggaran pada 3% PDB setelah krisis 1998, sehingga risiko gagal bayar masih sangat rendah.

Lagipula, pemerintah saat ini lebih banyak membiayai belanjanya dari penerimaan pajak (terutama pajak pendapatan) serta penerbitan surat berharga di dalam negeri, yang lebih aman dibandingkan penerimaan royalti tambang atau pinjaman bilateral luar negeri seperti di zaman sebelum krisis 1998

Anda yang memerhatikan pergerakan nilai tukar akan sadar bahwa Rupiah sebenarnya telah melemah dari posisi tertinggi selama 10 tahun terakhir, yaitu di kisaran Rp 8.500 pada sekitar tahun 2011 hingga ke Rp 14.000 pada hari ini.

Skala pelemahan yang sama (pelemahan 40%) sebetulnya tidak jauh berbeda dengan kondisi 1998, di mana Rupiah melemah dari posisi sebelum kerusuhan Mei 1998 (di atas Rp. 8.000) hingga ke titik nadir, yaitu Rp. 16.000 (dalam kurang dari 3 bulan).

Kenyataan bahwa anda mungkin baru sadar hari ini bahwa Rupiah telah melemah hampir 40% dalam 4 tahun, serta pertumbuhan yang masih positif (walaupun melemah), menunjukkan bahwa hal yang paling menentukan efek dari pelemahan nilai tukar bukanlah nilai absolut pelemahan, namun seberapa cepat sebuah mata uang melemah.

Sebagai penutup, kita harus ingat bahwa pelemahan Rupiah kali ini adalah pelemahan yang serius dan berpotensi berdampak buruk bagi perekonomian. Namun demikian, kalau kita tidak tahu apa yang menyebabkan Rupiah melemah dan langsung loncat ke dalam aksi saling tuduh, kita sama sekali tidak membantu memulihkan kondisi perekonomian.

Kita harus bersiap menghadapi pelemahan, namun jangan lupa bahwa pelemahan kali ini mungkin merupakan sebuah peringatan yang “halus” bagi Indonesia untuk tidak terlena dengan kekayaan sumber daya alam (yang ternyata bisa jadi kutukan) dan mulai mengalihkan fokus, di jangka panjang, pada sektor yang bernilai tambah lebih tinggi (yang memerlukan manusia berkualitas) dan tidak terlalu terpengaruh krisis.
Semoga keadaan buruk seperti ini bisa membawa kebijakan dan respons yang baik. Semoga.

catatan ini Memahami dan Alasan Terjadinya Pelemahan Rupiah secara Sederhana
source: https://www.facebook.com/notes/10153505620000822/?pnref=story
4/21/2015

Jokowi Buka KTT Asia Afrika

View Article
Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Christiawan Nasir, mengatakan, selain 21 pemimpin negara, juga terdapat 10 organisasi internasional, 80 pejabat tinggi yang terdiri atas wakil presiden, wakil PM, dan lainnya.


"Total terdapat 106 negara yang hadir dalam acara hari Rabu," ujar diplomat yang akrab disapa Tata itu. 

Presiden Joko Widodo pada hari ini akan membuka pertemuan tingkat tinggi Asia Afrika di Gedung Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta Selatan. Diprediksi sekitar 21 pemimpin negara akan turut menghadiri pertemuan tersebut.

Di sela KTT Asia Afrika, Jokowi akan menggelar pertemuan bilateral dengan beberapa pemimpin negara. Namun, berdasarkan informasi dari Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, sebelumnya, terdapat 19 pemimpin negara yang mengajukan permohonan bilateral dengan mantan gubernur DKI Jakarta itu. 

Data yang diperoleh VIVA.co.id para pemimpin negara yang ikut hadir antara lain Presiden Tiongkok, Xi Jinping, Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, PM Thailand, Prayuth Chan-ocha, PM Singapura, Lee Hsien Loong, Raja Yordania, Abdullah II, Presiden Iran, Hassan Rouhani, PM Palestina, Rami Hamdallah, dan Sultan Brunei Hassanal Bolkiah. Sebagian telah tiba di Jakarta sejak Senin kemarin, namun sebagian besar tiba pada Selasa malam. 

Dalam pertemuan ini, akan dibahas tiga dokumen yang akan menjadi hasil KAA. Ketiga dokumen tersebut yakni pesan Bandung, deklarasi Palestina, dan kemitraan strategis baru Asia Afrika (NAASP). 

Pembahasan akan berlanjut hingga Kamis. Jika semua pemimpin negara sepakat, akan diumumkan dalam peringatan 60 tahun KAA di Bandung. 

"Namun, yang perlu diingat, acara puncak KAA bukan terjadi pada Jumat esok di Bandung, melainkan mulai hari ini dan Kamis di Jakarta. Sebab, di sini lah ketiga dokumen akan dibahas," ujar Tata. 

Sementara itu, di Bandung, mereka akan melakukan napak tilas dengan berjalan kaki dari Hotel Savoy menuju ke Gedung Merdeka. Rencananya, para pemimpin negara ini akan diterbangkan menggunakan pesawat ke Bandung. 

Namun, informasi dari Kepala Staf Kepresidenan, Luhut Panjaitan, pernah mengatakan Presiden Jokowi, Xi Jinping, dan Sultan Hassanal Bolkiah akan menempuh jalur darat menuju ke Bandung. Tetapi, hal itu ditepis Tata dan menyebut sejauh ini prosedur yang dia ketahui, semua kepala negara menggunakan pesawat. 

"Memang ada yang membawa pesawat pribadi atau menumpang dengan pesawat yang telah disiapkan Pemerintah RI," ujar Tata. 

Jokowi juga diharapkan akan bertemu dengan para pemimpin negara yang juga menjadi anggota Organisasi Kerja Sama Islam. Ditanya mengenai tujuan pertemuan dengan OKI, Tata menjelaskan, RI ingin menyampaikan pesan ke dunia, Islam merupakan agama yang cinta damai. 

"Namun, formatnya adalah pertemuan dengan sama-sama dan tidak sendiri," kata Tata. 

Dia membantah jika pertemuan OKI akan dibahas mengenai isu spesifik seperti kelompok militan Islamic State of Iraq and Syria. 

"Intinya, melalui forum ini, RI ingin mengajak negara-negara Islam untuk mendorong dan menggerakkan suatu gerakan yang menekankan bahwa Islam adalah agama cinta damai," imbuh Tata. 

Total ada 30 negara OKI yang akan ikut bersilaturahmi dengan Jokowi

sumber:http://dunia.news.viva.co.id/news/read/616834-hari-ini--jokowi-buka-ktt-asia-afrika
4/06/2015

Dicecar soal SK Golkar, Menteri Yasonna Sebut Ada Perbedaan Penafsiran

View Article
Rapat kerja Komisi III DPR dengan Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly dimanfaatkan anggota Komisi III DPR asal Fraksi Golkar untuk mengelaborasi alasan Menkumham mengakui kepengurusan Golkar hasil Munas Jakarta di bawah kepemimpinan Agung Laksono.

Suasana rapat memanas karena masing-masing pihak mempertahankan argumentasinya. Ketua Komisi III Aziz Syamsuddin melontarkan banyak pertanyaan kepada Menkumham terkait keputusannya mengakui kepengurusan Agung Laksono. Menurut Aziz, Menkumham tidak dapat merujuk putusan Mahkamah Partai Golkar saat menerbitkan SK kepengurusan Agung Laksono. Alasannya, kata dia, majelis Mahkamah Partai Golkar tidak pernah memutuskan memenangkan pengurus hasil Munas Jakarta.

"Tolong ditunjukkan karena saya tidak menemukan satu kalimat pun dari putusan Mahkamah Partai yang mengakui pengurus Munas Ancol atau pun Munas Bali," kata Aziz, Senin (6/4/2015) malam, di Ruang Rapat Komisi III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Aziz mengatakan, Mahkamah Partai hanya memberikan pendapat dan tidak memberikan putusan terkait perselisihan Partai Golkar. Hal itu, menurut dia, tertulis jelas dalam putusan majelis Mahkamah Partai yang di dalamnya terdapat perbedaan pendapat antar majelis mahkamah sehingga tidak dapat diambil keputusan.

"Mohon maaf, terlalu dangkal kalau Saudara Menteri mengambil keputusan berdasarkan itu, dan direktur bapak yang memberikan masukan pada bapak harus segera dipecat. Mohon keputusan bapak dikoreksi, kalau tidak dilakukan kami pastikan hak angket akan berjalan," ujar Aziz.

Menjawab pertanyaan itu, Yasonna berusaha meyakinkan bahwa SK terkait kepengurusan Agung Laksono diterbitkan berdasarkan fakta yuridis yang dipahaminya. Menurut Yasonna, Mahkamah Partai telah memutuskan memenangkan kubu Agung Laksono berikut memberikan empat rekomendasi, yakni menghindari pihak yang menang menguasai penuh, merehabilitasi kader yang dipecat, membuat kepengurusan bersama, dan kubu yang kalah tidak membentuk partai baru.

"Ada juga perbedaan cara melihat barangkali. Majelis tidak mencapai kesepahaman itu benar, tapi bukan berarti tidak tercapai keputusan. Karena sekarang sudah berlanjut di pengadilan, mari kita lanjutkan di pengadilan," ungkap Yasonna.

Yasonna semakin yakin keputusannya terkait konflik Golkar tepat karena mendapat pengakuan dari Ketua Majelis Mahkamah Partai Golkar, Prof Muladi. Ia mengaku bertemu dan bertanya langsung kepada Muladi setelah diterbitkannya SK terkait konflik Golkar.

"Saya tanya sebenarnya bagaimana, Prof Muladi bilang sudah benar keputusan Pak Menteri, swear. Tapi karena ini pembicaraan privat saya, makanya tidak pernah saya sampaikan," kata Yasonna

Penulis: Indra Akuntono
Editor: Inggried Dwi Wedhaswary
Source   : Kompas.com